Breaking News

Nasib Media Konvensional Indonesia


Seperti yang kita tahu, sekarang internet udah jadi bagian penting dari hidup kita sebagai manusia. Setiap hari kita selalu bersentuhan dengan yang namanya internet. Dan seperti yang kita rasakan juga, semua aspek kehidupan kita udah bergantung dengan jangkauan internet, terutama kebutuhan akan informasi.

Zaman sekarang kita bisa mendapatkan informasi dari mana saja. Mulai dari situs resmi berita seperti detik.com, vivanews, kompas.com dan situs-situs berita lainnya. Tidak hanya dari situs, kita juga bisa mendapatkan informasi dari sosial media seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

Disamping itu platform yang paling banyak dikunjungi pengguna internet adalah Youtube. Di Youtube kita bisa menemukan banyak video, mulai dari tutorial, vlog, gaming, bahkan berita. Namun pada dasarnya video-video yang kita temukan di Youtube lebih terfokus ke manfaat entertain atau hiburan.

Saking majunya era digital zaman sekarang, sampai muncul pertanyaan, siapa yang masih nonton tv?

Sebuah survey yang dilakukan Global Web Index menyatakan media konvensional seperti televise hanya tumbuh di negara yang memiliki banyak penduduk lanjut usia seperti sebagian Eropa dan Jepang. Penonton televisi terbesar adalah mereka yang berusia lebih dari 50 tahun. Padahal, pengiklan televisi mengincar penonton yang termasuk usia produktif dan memiliki uang untuk dihabiskan untuk produk mereka.

Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia. Dikutip dari Kompas.com, Komisaris Transmedia Ishadi SK mengatakan bahwa sekarang yang mejadi tantangan terberat televisi adalah disrupsi digital, sehingga stasiun televisi mulai kehilangan penonton setianya. Disrupsi digital adalah bentuk perubahan besar-besaran menandai sebuah era yang offline menjadi online.

Dikutip dari Kompas.com, Ketua Bidang Industri Penyiaran Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengatakan bahwa pola konsumsi media Indonesia saat ini lebih bersifat ke personal dibanding umum. Tayangan berdurasi singkat lebih dinikmati daripada tayangan berdurasi lama.

Rencananya Indonesia baru akan menghentikan siaran tv analog pada Juni tahun ini.  Dibanding dengan Negara Eropa dan Amerika yang sudah menerapkan sinyal digital sebelum 2010, kita bisa dibilang sangat lamban dalam dalam peralihan ini. Selain itu, agar industri televisi dapat bertahan, perlu dilakukan perubahan format tayangan seperti memperbanyak citizen journalism.

Citizen Journalism atau jurnalisme warga adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. Citizen Journalism dinilai bisa memperbanyak konten,  mengikuti selera penonton, dan menghemat dari sisi produksi.

Oleh karena itu, kita sebagai penonton juga harus aware dengan perkembangan media di Negara kita ini. Caranya bisa dengan mengambil bagian dalam citizen journalism.


Tidak ada komentar