Self Quarantine, Ngapain aja ya?
Semenjak Presiden Joko Widodo
meminta warganya untuk bekerja di rumah, beribadah di rumah, dan belajar di
rumah, saya mulai kehabisan ide untuk menghabiskan waktu. Apalagi yang harus
saya lakukan?
Kuliah daring, tetap berjalan.
Beribadah, tentu saja tidak ada yang berbeda dari biasanya. Tetap lima waktu
sehari semalam. Selain itu, saya bingung. Sejujurnya self quarantine justru membuat saya boros akan kuota internet. Instagram, Twitter, Whatsapp dan Youtube selalu saya buka bergantian.
Sepertinya, teman-teman sosial media saya juga begitu haha.
Dan akhirnya saya menyadari,
disaat sekarang kita menghabiskan waktu di rumah membuat kita bisa melakukan
hal yang mungkin belum sempat kita lakukan. Saya memutuskan untuk menata ulang
kamar, menghiasi dinding dengan gambar dan stiker, merawat tanaman dan mulai
rutin membaca. Walaupun, bukan bacaan yang terlalu berat. Saya juga bisa
menikmati film-film yang ada di daftar tunggu tontonan saya.
Gambar : Google
Tapi ternyata yang paling
penting, saya memiliki banyak waktu untuk mengobrol. Dengan orang tua dan
adik-adik. Lebih banyak mengobrol juga membuat lebih banyak berantemnya haha.
Saya merasa seperti sebaya dengan dua adik saya, apalagi faktor pendukungnya
adalah postur tubuh kami yang sama. Seolah saya bukan anak paling tua.
Mama juga jadi rutin berbelanja
via online. Saya terus memperingatkannya untuk berhati-hati setiap tukang pos
datang ke rumah.
Budaya mencuci tangan juga sudah
menjadi kebiasaan yang tak harus saling mengingatkan. Begitu teringat, langsung
cuci tangan.
Tetap di rumah juga membutuhkan
jadwal yang teratur. Kita harus mengingat kapan jadwal perkuliahan daring
dimulai, dan sekiranya di jam berapa saja kita bisa melakukan hobi. Kita juga
bisa menambah waktu untuk berdoa dan beribadah. Sehingga 24 jam yang kita
punya, tidak hanya untuk ketakutan karena wabah yang menyebar, tetapi bisa kita alihkan untuk hal-hal yang
berguna atau hal yang patut dicoba.

Tidak ada komentar